Polresta Deli Serdang Gelar Press Release Pengungkapan Berbagai Kasus Tindak Pidana Sepanjang Desember 2019 Sampai Januari 2020

TriBrataNewsDeliSerdang – Polresta Deli Serdang lakukan press release sejumlah pengungkapan kasus tindak pidana yang berhasil diungkap jajaran Sat Reskrim dan Unit Reskrim Polsek sejajaran Polresta Deli Serdang dan juga pengungkapan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba yang berhasil diungkap oleh Sat Resnarkoba Polresta Deli Serdang, Rabu (22/01/20).

Bertempat dihalaman kantor Sat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK dengan didampingi oleh Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang AKP Rafles Langgak Putra, SIK dan Kasat Narkoba Polresta Deli Sedang AKP Maradof Oktavianus, SE memaparkan releases pengungkapan kasus oleh Polresta Deli Serdang dihadapan para juru warta dan insan pers media baik cetak maupun elektronik.

Mulai dari pengungkapan kasus tindak pidana perjudian yang saat ini menjadi atensi dan perhatian pucuk pimpinan Polri, kemudian pengungkapan kasus tindak pidana pencurian sepeda motor, pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang (human trafficking), pengungkapan kasus tindak pidana penculikan dan penganiayaan, juga pengungkapan kasus tindak pidana kekerasan dan terakhir pengungkapan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba.

Selama dalam kurun waktu dua bulan ini sejak Desember 2019 sampai Januari 2020 Sat Reskrim Polresta Deli Serdang dan Polsek Jajaran berhasil mengungkap 14 (empat belas) kasus tindak pidana perjudian dengan mengamankan 17 (tujuh belas) orang tersangka pelaku tindak pidana perjudian yang terdiri dari 11 (sebelas) kasus tindak pidana perjudian Togel (Toto Gelap) dan 5 (lima) kasus tindak pidana perjudian KIM, dengan total barang bukti uang sebesar Rp.2.799.000,- (dua juta tujuh ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah), 14 (empat belas) handphone berbagai merek, 1 (satu) buku tafsir mimpi/erek-erek, beberapa buku dan lembaran kertas rekapan pasangan perjudian togel dan Kim, serta beberapa bolpoint/pulpen sebagai alat tulis untuk menulis rekapan pasangan perjudian togel dan Kim. Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 303 Bis KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara

Kemudian pada pengungkapan kasus tindak pidana pencurian sepeda motor, Polresta Deli Serdang berhasil mengamankan dua orang pelaku berinisial RMA dan IP Alias Gendut dengan barang bukti yang diamankan dari para pelaku berupa satu unit sepeda motor Supra X 125 warna hitam, satu unit sepeda motor Yamaha Vega R warna biru. Terungkapnya para pelaku ini bermula pada saat akan melakukan transaksi penjualan sepeda motor Yamaha Vega R warna biru hasil curian kepada seorang pembeli melalui perantara media social facebook, pada saat bertransaksi personil Sat Reskrim Polresta Deli Serdang dan kedua pelaku tidak berkutik pada saat diamankan. Para pelaku dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke 4e KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Untuk pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang (human trafficking), Polresta Deli Serdang berhasil mengamankan empat orang perempuan korban masing-masing dengan inisial LM, SD, NM dan UAEC yang akan diberangkatkan oleh seorang perempuan tersangka diduga sebagai pelaku perdagangan orang dengan inisial M alias MY dan mengamankan barang bukti berupa 4 (empat) buah paspor atas nama keempat korban, 4 (empat) tiket boarding pass kapal laut atas nama keempat korban, surat pernyataan keempat korban sebuah buku rekening Bank BNI atas nama tersangka dan puluhan perhiasan emas imitasi. Terungkapnya tindak pidana perdagangan orang ini bermula dari adanya informasi masyarakat bahwa adanya berkumpul beberapa orang wanita disebuah rumah di Kec. Beringin yang akan diberangkatkan keluar negeri, mendapat informasi tersebut personil Sat Reskrim Polresta Deli Serdang melakukan penyelidikan dan benar mendapati adanya empat orang perempuan yang akan diberangkatkan tersangka M alias MY keluar negeri secara illegal. Dan atas perbuatannya pelaku M alias MY disangkakan telah melanggar Pasal 2 dan atau Pasal 4 atau Pasal 10 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun maksimal 5 tahun penjara.

Kemudian pengungkapan kasus tindak pidana penculikan dan kekerasan bersama-sama atau penganiyaan, Polresta Deli Serdang berhasil mengamankan 10 (sepuluh) orang tersangka masing-masing OJH, PHA, HMG, EGL, AMK, RNK, SFH, CN, IPD dan ARB dengan barang bukti satu unit mobil Cheverolet Spin warna hitam BK 211 BN, sat buah pisau carter, satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam BK 5039 MBE, satu unit sepeda motor Honda supra X warna hitam merah BK 3539 QAE dan satu unit handphone. Korban dari tindak pidana penculikan dan kekerasan bersama-sama ini merupakan dua orang laki-laki dengan inisial Z dan BR. Terungkapnya kasus ini bermula adanya laporan kepada Polresta Deli Serdang tentang terjadinya penculikan dan penganiayaan, mendapati laporan tersebut personil Sat Reskrim pun menggali informasi terkait terjadinya penculikan dan penganiayaan. Setelah mengantongi identitas para dari kronologi kejadian tersebut, personil Sat Reskrim berhasil mengamankan sepuluh orang tersangka diduga pelaku penculikan dan penganiyaan terhadap dua orang korban Z dan BR. Atas perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 333 dan atau Pasal 170 ayat (2) Subs Pasal 351 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Pada pengungkapan kasus tindak pidana bersama-sama melakukan penganiayaan, Polresta Deli Serdang berhasil mengamankan empat orang tersangka masing-masing DA, AT, HS dan CS, dari para pelaku juga diamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki shogun warna merah, satu unit sepeda motor Suzuki satria FU, satu batang kayu ubi, seutas tali raffia warna hitam, sebuah mancis warna merah serta korban dari kasus tindak pidana ini merupaka seorang laki-laki dengan inisial RA. Kasus ini bermula ketika tersangka RA mendapati kabar bahwa ibunya diancam oleh korban RA, kemudian tersangka RA mengajak para tersangka lainnya mendatangi korban RA dan langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama lalu membawa korban RA kesebuah ladang kosong dan terus dianiaya oleh para pelaku selanjutnya setelah menganiaya para pelaku meninggalkan korban diladang tersebut. Akibat penganiayaan itu korban RA meninggal dunia. Mendapat laporan tersebut Polresta Deli Serdang bertindak cepat menggali segala informasi yang berkaitan dengan terjadinya penganiayaan yang mengakibatkan korban RA meninggal dunia, kemudian setelah mendapat identitas para pelaku, personil Sat Reskrim Polresta Deli Serdang berhasil meringkus para pelaku. Saat ini para pelaku terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (2) ke 3e dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana.

Terakhir pada pengungkapan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba, dalam kurun waktu dua bulan terakhir sejak Desember 2019 sampai Januari 2020, Sat Resnarkoba Polresta Deli Serdang berhasil mengungkap 30 (tiga puluh) kasus dengan rincian tersangka sebanyak 39 (tiga puluh Sembilan) orang dan mengamankan barang bukti berupa Shabu-shabu sebanyak 920,08 gram serta ganja sebanyak 51,9 gram. (Rm) *

Tinggalkan Balasan